Ya, aku hanyalah seonggok daging tanpa jiwa.
Badan ini bergerak hanya karena dia hidup. Bukan karena dia punya pikiran, hati, dan jiwa untuk mengontrol gerakannya.
Entah kemana jiwaku pergi.
Aku adalah robot.
Seseorang telah berhasil mengendalikan hidupku.
Robot tidak pernah menolak saat diberi perintah.
Robot akan selalu salah jika majikannya mengatakan salah.
Robot tidak pernah berani untuk menolak kehendak tuannya.
Robot tidak pernah punya teman bercerita.
Karena aku hanya seonggok daging tanpa jiwa, aku tidak pernah ada artinya.
Keberadaanku hanya dianggap menyusahkan dan mengganggu.
Aku rindu masa laluku, dimana aku bukanlah seonggok daging tanpa jiwa.
Aku benar-benar hidup.
Aku berikan semua pikiran, hati, dan perasaan ini untuk mereka.
Aku tidak pernah hidup setakut ini.
Bahkan aku tidak berani untuk menghujat Penciptaku.
Ampuni aku Tuhan.
Beritahu padaku apa salah dan dosaku hingga Engkau memberikan cobaan hingga seberat ini.
Katakan Ya Tuhan..
Cobaan ini benar-benar membuatku kehilangan jiwa.
Apakah Engkau tidak pernah melihat apa yang sudah terjadi pada hidupku?
Apakah Engkau tidak mengetahui di saat dia berencana bahkan bertindak menyakitiku, aku bisa dengan ikhlas memaafkan segala perbuatannya dia?
Apakah Engkau tidak tahu bahwa aku tetap mendoakannya dikala dia sudah membuat hidupku hancur?
Kurang apalagi Ya Tuhan?
Aku kehilangan teman-temanku.
Aku kehilangan keluargaku.
Aku kehilangan kebahagianku.
Bahkan aku sudah kehilangan jiwaku dan membiarkan badan ini bergerak tanpa jiwa.
Beritahu aku Tuhan kapan ini semua akan berakhir hingga aku bukanlah seonggok daging tanpa jiwa, melainkan aku adalah orang yang sangat bersyukur mendapatkan karuniaMu yang sungguh luar biasa.
.jpg)